Anak gue baru masuk usia empat bulan waktu itu. Dan jujur aja, momen pertama kali dia tidur nyenyak di malam hari rasanya kayak menang lotre. Tapi begitu gue duduk di sofa, bengong, tangan kosong, ada satu hal yang mengganggu: gue kangen bikin sesuatu. Main gitar sebentar, coret-coret, apa kek. Masalahnya, jadi orang tua baru itu identik dengan pengeluaran yang nggak ada habisnya. Popok, susu, kontrol dokter. Nambah pengeluaran buat hobi rasanya kayak tabu.
Nah, tulisan ini bukan soal cara berhenti berhobi. Justru sebaliknya. Gue mau cerita gimana caranya tetap kreatif di sela ngurus bayi, tanpa harus jajan alat baru tiap bulan. Karena ternyata, yang bikin hobi itu mahal bukan hobinya, tapi kebiasaan kita belanja barang yang sebenarnya belum perlu.
Baca juga: Hobi Kreatif Bermusik: Cara Seru Mengisi Waktu Luang
Mulai dari yang sudah ada di rumah, jangan beli dulu
Ini pelajaran pertama yang gue dapat agak telat. Waktu bayi lahir, gue sempat kepikiran beli keyboard mini biar bisa main musik tanpa ganggu dia tidur. Untungnya gue tahan diri. Ternyata gitar akustik lama yang udah bertahun-tahun nganggur di sudut kamar masih bisa dipakai, asal mainnya pelan dan pakai pick yang lembut. Hasilnya? Cukup buat ngisi malam-malam sepi setelah bayi tidur.
Coba deh cek ulang lemari dan kolong kasur kamu. Hampir semua orang tua baru punya sisa barang yang bisa dijadikan bahan prakarya: kardus susu, botol plastik, kain perca, kertas bekas bungkus kado. Daripada dibuang, mending jadi bahan proyek kecil bareng pasangan. Nol rupiah, tapi tetap menghasilkan sesuatu.
Gue sendiri mulai bikin mainan gantung dari kardus dan kain perca buat bayi. Nggak bagus-bagus amat, tapi dia suka. Dan gue dapat dua keuntungan sekaligus: waktu luang terisi, plus ada barang baru di kamar tanpa keluar uang.
Manfaatkan barang bekas sebagai alat musik dadakan
Ini bagian yang paling gue suka. Kalau kamu nggak punya alat musik beneran, atau lagi males keluarin gitar karena takut berisik, coba main dengan benda sekitar. Kaleng biskuit jadi drum, sendok kayu jadi stik, botol berisi beras jadi shaker. Anak bayi juga biasanya suka bunyi-bunyian kayak gini, jadi bisa sekalian jadi momen main bareng.
Ada satu trik yang gue pakai waktu mau latihan ritme tanpa beli metronome: pakai aplikasi gratis di HP. Tapi ingat, jangan sampai keasyikan main HP sampai lupa waktu. Batasi, misalnya 20 menit saja setelah bayi tidur, lalu stop.
Hobi itu bukan soal alatnya mahal atau nggak. Hobi itu soal kamu mau meluangkan waktu buat ngelakuinnya.
Gue pernah hampir beli loop station murah gara-gara lihat video orang main musik sendirian. Untungnya gue tunda seminggu. Seminggu kemudian, keinginannya hilang. Ternyata yang gue butuhin cuma waktu buat main, bukan alat baru. Ini yang sering kelewat: kita beli barang buat menutupi rasa bersalah karena nggak sempat berhobi.
Bikin jadwal kecil, bukan proyek besar
Orang tua baru itu nggak punya blok waktu panjang. Yang ada cuma celah-celah kecil: 15 menit setelah bayi tidur, 10 menit sebelum mandi, setengah jam waktu pasangan jaga anak. Kalau kamu nunggu waktu luang yang panjang, kamu bakal nunggu selamanya.
Yang gue lakukan simpel. Gue tentuin satu hari dalam seminggu, biasanya Sabtu malam, buat "sesi kreatif" singkat. Nggak harus produksi lagu jadi. Kadang cuma nyoba progres kunci baru, atau nyelesaiin satu prakarya kecil. Yang penting konsisten, bukan besar.
Contoh jadwal murah yang bisa kamu tiru
- Senin malam: 15 menit main alat musik apa pun yang ada di rumah.
- Rabu malam: 20 menit bikin prakarya dari barang bekas bareng pasangan.
- Sabtu: rekam hasil latihan pakai HP, simpan buat kenang-kenangan. Nggak perlu upload ke mana-mana.
- Minggu: istirahat. Nggak apa-apa kok nggak kreatif sehari.
Jadwal kayak gini kelihatan sepele, tapi efeknya besar. Dalam sebulan, kamu udah punya empat sampai delapan karya kecil. Nggak ada yang mahal dari proses ini, kecuali kalau kamu sendiri yang memaksakan beli alat baru.
Rekam dan simpan, jangan buru-buru pamer
Ini opini pribadi gue, dan mungkin agak nggak populer. Buat orang tua baru, godaan buat langsung upload hasil karya ke media sosial itu besar. Padahal, begitu kamu mikirin likes dan komentar, tekanan buat "hasilnya harus bagus" muncul. Ujung-ujungnya kamu beli alat baru biar kelihatan pro. Padahal hobinya cuma buat senang-senang.
Gue sarankan: simpan dulu. Rekam pakai HP, taruh di folder khusus. Nanti kalau anak udah agak besar, kamu bisa dengerin atau lihat lagi. Rasanya lucu dan mengharukan. Dan yang paling penting, kamu nggak perlu keluar uang buat memenuhi standar orang lain.
Jadi intinya gini. Jadi orang tua baru itu memang bikin waktu dan uang ketat. Tapi hobi kreatif dan musik nggak harus jadi korban. Mulai dari barang yang sudah ada, main dengan benda sekitar, jadwalkan dalam celah-celah kecil, dan jangan buru-buru pamer. Dengan begitu, kamu tetap bisa jadi diri kamu sendiri, bukan cuma jadi orang tua yang sibuk. Dan itu, menurut gue, salah satu bentuk investasi paling murah buat kesehatan mental kamu sendiri.