Sabtu, 7 November 2026 Berita Terkini & Terpercaya
66emart.com66emart.com
66emart.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Tiap Malam Anak Rewel, Musik Ternyata Bukan Sekada...

Tiap Malam Anak Rewel, Musik Ternyata Bukan Sekadar Hiburan

Banyak orang tua baru percaya musik cuma buang waktu. Padahal hobi kreatif ini punya manfaat nyata buat bayi dan orang tuanya.

Tiap Malam Anak Rewel, Musik Ternyata Bukan Sekadar Hiburan

Ada satu kalimat yang sering gue dengar waktu anak gue masih newborn dulu: "Main musik mah nanti aja kalau anak udah gede." Entah dari tetangga, saudara, atau bahkan sesama teman yang udah punya anak. Intinya sama — musik dianggap kegiatan buang-buang waktu yang nggak cocok buat orang tua baru yang katanya harus fokus 100 persen ke bayi.

Jujur, gue sempat percaya. Selama dua bulan pertama, gitar di sudut kamar cuma jadi tempat gantungan baju. Tapi begitu gue mulai main lagi — cuma 15 menit sehari sambil bayi tidur — gue sadar ada banyak hal yang selama ini gue salah pahami. Dan ternyata mitos-mitos soal musik dan waktu luang ini nggak cuma bikin gue rugi, tapi juga bikin banyak orang tua baru kehilangan momen berharga.

Baca juga: Tiap Malam Minggu Saya Main Musik Sama Tetangga di Teras Rumah

Mitos #1: "Musik Cuma Buat yang Berbakat"

Ini mitos paling nempel di kepala. Kayaknya kalau nggak bisa main gitar akustik kayak Ed Sheeran, ya nggak usah mulai sama sekali. Padahal hobi kreatif itu nggak ada hubungannya sama bakat bawaan.

Gue mulai belajar ukulele justru setelah anak gue lahir. Nggak ada latar belakang musik sama sekali — dulu di sekolah cuma bisa main pianika doang. Tapi karena anak gue sering rewel kalau sore, gue iseng mainin tiga chord sambil gendong dia. Anehnya, dia berhenti nangis. Mungkin bukan karena gue jago, tapi karena suaranya beda dari suara TV atau kipas angin.

Intinya, musik buat orang tua baru itu bukan soal jadi musisi. Ini soal punya aktivitas yang bisa kamu lakuin sambil ngasuh, tanpa harus keluar rumah, dan tanpa biaya besar. Bakat mah bonus.

Mitos #2: "Main Musik Harus Punya Waktu Khusus dan Alat Mahal"

Mitos kedua yang bikin banyak orang mundur: bayangan harus punya studio, gitar mahal, atau minimal dua jam luang tanpa gangguan. Realitanya? Nggak ada orang tua baru yang punya dua jam luang berurutan. Percaya deh.

Yang gue lakuin justru sebaliknya. Gue main musik di sela-sela — waktu bayi lagi tummy time, waktu dia lagi main teether, atau waktu dia baru bangun dan masih setengah ngantuk. Kadang cuma lima menit. Kadang cuma satu lagu. Tapi yang penting konsisten.

Soal alat, ini juga keliru besar. Kamu nggak perlu beli drum elektrik atau keyboard mahal. Ukulele bekas 200 ribuan udah cukup. Atau kalau nggak mau beli alat sama sekali, coba nyanyi sambil tepuk tangan sama bayi. Itu udah termasuk aktivitas musik, lho. Bahkan beberapa penelitian bilang nyanyi bareng bayi bisa bantu perkembangan bahasanya.

Yang mahal itu bukan alatnya. Yang mahal itu waktu yang kamu buang buat scroll HP sambil mikir "nanti aja deh kalau anak udah gede."

Mitos #3: "Musik Bikin Anak Rewel atau Susah Tidur"

Nah, ini yang paling sering gue dengar dari sesama orang tua. Katanya kalau bayi dengerin musik, dia jadi overstimulasi, susah tidur, dan rewel. Padahal pengalaman gue justru kebalikannya — asal jenis musiknya pas.

Gue sempat eksperimen sendiri. Waktu anak gue umur empat bulan, gue coba mainin lagu-lagu cepat waktu dia mau tidur. Hasilnya? Bencana. Dia malah ikut gerak-gerak dan makin susah tidur. Tapi begitu gue ganti ke petikan gitar lambat atau nyanyi pelan, dia kalem. Jadi bukan musiknya yang salah, tapi pilihan lagunya.

Buat kamu yang mau coba, ini yang gue pelajari:

  • Pilih tempo lambat — sekitar 60-80 BPM, mirip detak jantung orang dewasa
  • Hindari lagu dengan lirik ramai — instrumen atau humming lebih aman
  • Mainkan di volume rendah — jangan sampai lebih keras dari suara kamu ngobrol
  • Konsisten di waktu yang sama — bayi cepat kenal rutinitas

Selain buat bayi, main musik juga jadi semacam terapi buat gue sendiri. Habis begadang nyusuin, pagi-pagi main ukulele 10 menit sambil minum kopi itu rasanya kayak reset ulang kepala. Nggak perlu mahal, nggak perlu lama.

Mitos #4: "Waktu Luang Orang Tua Baru Itu Nggak Ada"

Ini yang paling gue sesali pernah gue percaya. Waktu luang orang tua baru itu ada, cuma bentuknya beda. Bukan lagi blok dua jam di akhir pekan, tapi potongan-potongan kecil 10-15 menit yang tersebar sepanjang hari. Kalau kamu nunggu waktu luang yang "layak" buat hobi, ya nggak akan pernah datang.

Yang gue lakuin sekarang: setiap kali bayi tidur siang, gue ambil ukulele. Nggak mikir harus latihan serius. Kadang cuma mainin chord yang udah hafal sambil dengerin napas bayi lewat baby monitor. Kadang malah cuma stem senar doang terus berhenti. Tapi anehnya, itu cukup bikin hari terasa lebih waras.

Yang Nggak Ada di Buku Parenting

Gue nggak nemu tips soal ini di buku atau forum parenting mana pun. Tapi main musik waktu ngurus bayi baru itu ngajarin gue satu hal: jadi orang tua nggak berarti harus menghapus semua hal yang bikin kamu jadi diri kamu sendiri. Justru sebaliknya — hobi kecil kayak gini yang bikin kamu tetap waras di tengah jadwal menyusui yang nggak karuan.

Jadi kalau kamu lagi di fase newborn atau toddler yang bikin kepala pusing, coba deh ambil alat musik apa pun yang ada di rumah. Mainin lima menit. Nggak usah mikir hasilnya bagus atau nggak. Yang penting kamu dapet jeda, dan bayi kamu dapet suara baru yang mungkin bikin dia lebih tenang.

Mitos-mitos soal musik dan waktu luang itu memang kedengeran masuk akal. Tapi begitu kamu coba sendiri, kamu bakal sadar bahwa yang bikin hobi ini "nggak cocok" buat orang tua baru bukanlah kenyataan — melainkan keyakinan yang nggak pernah diuji.

Tags: hobi kreatif musik orang tua baru waktu luang mitos parenting